Kamis, 26 Maret 2026

Cinta

CINTA

Berikut ini berderet pertanyaan tentang masalah tersebut:
Apa yang kalian pahami tentang cinta?
  1. Pernahkah kalian mencintai seseorang?
  2. Mengapa kalian mencintai orang itu?
  3. Pernahkah kalian dicintai seseorang?
  4. Mengapa dia mencintai kalian?
  5. Tidakkah ibu dan bapak kalian mencintai kalian?
  6. Tidakkah saudara-saudara kalian, famili-famili kalian juga mencintai kalian?
  7. Apa bukti bahwa mereka mencintai kalian?
  8. Kalau begitu apa alasan kalian tidak lebih mencintai ibu dan bapak kalian dibanding mencintai sang Pacar?
  9. Kalian lebih khawatir mengecewakan Pacar dibanding dengan sering mengewakan ibu dan bapak serta saudara kalian?
  10. Apakah kalian tidak ingin menjadi orang yang dicinta oleh Allah Swt?

Minggu, 25 Januari 2026

Sabar atas musibah

BAB 6
SABAR MENGHADAPI MUSIBAH DAN UJIAN

Oleh: Muh. Ali Ma'sum, S.Ag, M.Pd.I












Audio: Q.S. Al Baqarah ayat 155-157

Dalam Islam, menghadapi ujian, musibah, atau kesulitan sangat dianjurkan untuk mengucapkan kalimat istirja' (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un). Ini adalah bentuk sabar dan kepasrahan seorang hamba kepada takdir Allah SWT. 
Berikut adalah hadits dan dalil terkait:
1. Hadits Utama tentang Istirja' saat Musibah
Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
"Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu ia mengucapkan:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
(Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma’-jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha)
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti padaku yang lebih baik darinya."
...kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibah yang menimpanya dan menggantinya dengan yang lebih baik." [HR. Muslim no. 918, Abu Dawud, dan Ahmad] 
2. Ayat Al-Qur'an tentang Istirja' (Dasar Hukum)
Kalimat istirja' berakar dari Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 155-156:
"...dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un"." [QS. Al-Baqarah: 155-156] 
Makna dan Hikmah Istirja'
  • Pengakuan Tauhid: Mengakui bahwa diri kita dan segala milik kita adalah milik Allah, sehingga Allah berhak mengambilnya kapan saja.
  • Sabar dan Rida: Menunjukkan bahwa kita rida dengan takdir Allah, bukan mengeluh atau menyalahkan keadaan.
  • Mendapat Pahala dan Ganti: Berdasarkan hadits di atas, orang yang mengucapkan istirja' dengan tulus akan diberikan pahala atas kesabarannya dan ganti yang lebih baik oleh Allah.
  • Ketenangan Hati: Kalimat ini menjadi sandaran jiwa yang memberikan ketenangan saat menghadapi ujian berat. 
Kesimpulan: Saat diuji, ucapkanlah Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, diikuti dengan doa mohon pahala dan ganti yang lebih baik agar ujian tersebut menjadi ladang pahala.

Kamis, 18 September 2025

Kesehatan Mental

KESEHATAN MENTAL ORANG TUA DAN REMAJA


Pengaruh Sosial Media
Sosial Media:
- Media Pamer (Kesempurnaan, ...., Instan)
- mmmm


Kesehatan mental orang tua
Orang tua, "Jangan banding-bandingkan,"
Pendidikan anak (dalam Q.S. Yusuf) Anak curhat ke ayahnya

Kamis, 28 Agustus 2025

PAIS Berkarakter

PAIS BERKARAKTER


PAIS Berkarakter adalah sebuah program Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui pengembangan delapan pilar utama yang disingkat menjadi "BERKARAKTER".


Pilar-pilar tersebut meliputi 
  1. Berakhlakul Karimah, 
  2. Rajin Mengaji, 
  3. Kejar Fadhilah Duha, 
  4. Aktif Salat Fardu, 
  5. Ramah dan Moderat, 
  6. Aktif dan Siap Pendampingan, 
  7. Kreatif dan Inovatif, serta 
  8. Terus Berprestasi.

Sabtu, 08 Maret 2025

Nasehat Imam Syafi'i

NASIHAT IMAM SYAFI'I UNTUK PEMUDA, UTAMAKAN ILMU DAN TAKWA

Kalimat Hayaatul fataa wallaahi bil 'ilmi wattuqaa, adalah salah satu nasihat dari tokoh dan ahli fiqih dan juga penyair terkenal Imam Syafi'i yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibn Idris.

“Hayatul fata wallohi bil ilmi wattuqaa” yang artinya, sungguh demi Allah, kehidupan seorang pemuda/i hendaknya disertai ilmu dan ketaqwaan.

Atau dengan kata lain:

Hayaatul fataa wallahi bil ilmi wattuqaa artinya: Demi Allah kehidupan pemuda itu seharusnya diisi dengan ilmu dan takwa.

Ada dua hal yang utama yang harus dipegang teguh oleh seorang pemuda, sebagai tumpuan harapan generasi penerus baik bagi orang tuanya, keluarga, agama, bangsa dan negara.

Dua hal itu yaitu

1. Ilmu

2. Takwa

Dalam nasihat Imam Syafi’i lainnya, lagi-lagi sang ulama mengatakan:

حَيَاةُ الْفَتَى وَاللهِ بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى #  إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لَا اعْتِبَارَ لِذَاتـِهِ

Artinya: “Demi Allah, kehidupan manusia ditentukan oleh ilmu dan ketakwaan. Apabila keduanya sudah tidak ada, maka tidak ada lagi harga diri pada dirinya.”

Dari perkataan Imam Syafi’i tersebut bisa kita pahami betapa pentingnya berilmu dan berwawasan luas, terlebih ilmu-ilmu agama sebagai pegangan untuk menjalankan ketakwaan.

Allah Swt. menyebutkan dalam firman-Nya bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah subhanahu wata’ala.

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ.

Artinya: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Lalu dengan takwa, itulah cita-cita tertinggi seorang yang beriman. Allah ridha dengan orang yang bertakwa.

Definisi takwa sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt. berikut:

وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِيۡنَۙ‏ ١٣٣ 

Artinya: “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali Imran ayat 133-134)

 الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِ​ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَۚ‏ ١٣٤

Artinya: "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,"

Ilmu dan takwa menjadi bekal untuk menyelesaikan serta menghadapi persoalan kehidupan. Dengan ilmu dan wawasan luas, pemuda bisa ‘membaca’ persoalan serta tantangan dunia di masa kini dan mendatang. Untuk perkara ini, dibutuhkan landasan ilmu yang kuat.

Dengan takwa mengarahkan ilmu serta wawasan seseorang itu menuju ketaatan kepada Allah Subhanallahu Wata’ala. Takwa adalah berupa akhlak yang mulia, yaitu berjiwa sosial, memaafkan, menahan amarah, dan berbuat baik.

Pantang bagi pemuda itu untuk bermalas-malasan, loyo, dan galau. Karena semua sikap negatif itu, berlawanan dari sifat-sifat orang yang bertakwa.

Itulah arti Hayatul fata wallahi bil ilmi wattuqaa, nasihat Imam Syafii untuk pemuda, utamakan Ilmu dan takwa.

-------------------------------------------------------------------------- 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Arti Hayatul Fata Wallahi Bililmi Wattuqo, Nasihat Imam Syafii untuk Pemuda, Utamakan Ilmu dan Takwa, https://sumsel.tribunnews.com/2023/10/19/arti-hayatul-fata-wallahi-bililmi-wattuqo-nasihat-imam-syafii-untuk-pemuda-utamakan-ilmu-dan-takwa?page=all#goog_rewarded.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani

Tagline

"Madrasah Berhias: Bersih, Edukasi, Ramah Lingkungan, Harmonis, Ijo royo-royo, Aman, dan Sehat""

Kuis Materi Bab 1 (Semangat Mencari Ilmu)

Kuis (Iman kepada Hari Akhir)

TTS Materi Iman kpd Qada' & Qadar